Selasa, 10 Januari 2017

HIDUPLAH SEPERTI AIR



Air mengalir dan bergelombang dengan tenang. Menjadi sumber kehidupan segala hal yang hidup. Tetapi, harus hati-hati dengan air, sebab jika air dibendung, ia mampu meratakan apapun yang dilewatinya. Hiduplah seperti air yang membentuk sesuai wadah air itu sendiri.


Air itu fleksibel di segala medan lokasi. Dia tidak pernah takut di keadaan apapun, dinamis. Air itu kuat. Sekeras-kerasnya batu akan rusak oleh tetesan air. Dirubah dalam bentuk apapun, air tidak akan hilang. Misalnya dipanaskan akan menjadi uap tapi zatnya tidak hilang, didinginkan akan membeku tapi zatnya tidak akan hilang juga.


Air memiliki anomali khusus dan hampir berbeda dengan ciptaan Tuhan lainnya. Proses pembekuan dan pencarian air demikian ritmik dan menjamin kehidupan apapun di sekitarnya. Menjadi apapun itu air, ia tetap memberi jaminan ketentraman bagi kehidupan.


Arti Filosofi Air
Ada tiga filosofi air yang amat mulia dan berkaitan dengan perilaku manusia:

Pertama, air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah
Tuhan menciptakan air agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Sifat air yang selalu mengalir ke tempat rendah yang diumpamakan dengan sikap rendah hati pada manusia. Air selalu ingin berguna bagi makhluk hidup yang ada di bawahnya. Ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada di posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang-orang yang membutuhkan di bawahnya. Apalagi air identik dengan sumber kehidupan. Maka tidak salah jika sifat pertama ini di umpamakan dengan pemimpin yang melayani. Pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin.

Kedua, air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong
Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha mengisi kekosongan hati dari manusia lainnya. Dengan meniru sifat air, kita seharusnya bisa menjadi penolong bagi manusia lainnya yang sedang bermasalah atau kekurangan. Tentu, jika sifat air yang kedua ini benar-benar kita teladani, kita selalu memiliki waktu untuk melengkapi kehidupan manusia lainnya. Artinya, kita menjadi manusia yang senang menolong dan suka berbagi. Karena sebenarnya, batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita.

Ketiga, air selalu mengalir ke muara.
Tak peduli seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan tiba di sana. Sebenarnya saya juga tidak setuju dengan orang yang menggunakan pepatah “hiduplah mengalir seperti air” untuk menguatkan gaya hidup yang tidak punya arah. Justru sebenarnya dengan kita meniru air yang mengalir, kita seharusnya punya visi kehidupan. Hal utama yang patut diteladani dari perjalanan air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten. Bayangkan, ada berapa banyak hambatan yang dilalui oleh air gunung untuk mencapai muara? Mungkin ia akan singgah di sungai, tertahan karena batu, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi toh akhirnya ia tetap mengalir dan tiba di muaranya. Waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa hari, tapi ada juga yang beberapa minggu. Patut diingat, hal terpenting bukanlah waktu tempuh yang akan dilalui, tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai. 

Jadi kita sebagai manusia, harus memiliki jiwa yang rendah hati dan selalu ingin berguna bagi sesamanya, sebagai manusia kita harus memiliki rasa saling menyayangi dengan sesama, saling mengisi satu sama lain dan saling melengkapi baik kesenangan dan kesedihan yang dimiliki orang lain. Menjadi manusia yang bisa dan harus yakin dengan tujuan dan impian yang akan kita gapai, seberat apapun rintangan itu sejauh apapun perjalanan yang kita lalui, sebanyak mungkin cobaan yang menghalangi. Janganlah pernah kita menyerah untuk menggapai yang kita impikan. Percayalah apabila kita melalui semua itu dengan kesungguhan dan ketulusan hati, dengan gigih penuh perjuangan, pasti semua yang kita impikan bukan lagi jadi mimpi tapi menjadi kenyataan seperti filosofi air mengalir yang selalu yakin dan konsisten untuk mencapai muara walau banyak sekali rintangan yang mengahalanginya. Tapi ia selalu punya celah sekecil apapun itu untuk dapat melewatinya.Hiduplah seperti air. Mengalir dan bergelombang dengan tenang. Menjadi sumber kehidupan segala hal yang hidup. Tetapi, harus hati-hati dengan air, sebab jika air dibendung, ia mampu meratakan apapun yang dilewatinya. Hiduplah seperti air yang membentuk sesuai wadah air itu sendiri.
===>>


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari air tersebut, karena kita dibuat dari bahan air.

Jumat, 06 Januari 2017

MALAM PERTAMA ISTRI BERI OBAT TIDUR SUAMI, ISTRI LAKUKAN INI SAAT IA TIDUR



Setelah lelah sepanjang hari menjadi raja dan ratu yang menerima banyak sekali tamu undangan, pasangan pengantin baru langsung akan menjalani malam pertama yang merupakan malam paling mendebarkan diantara pasangan.


Namun, apa yang dilakukan oleh seorang mempelai wanita di malam pertamanya sangat mengejutkan. Sebelum memulai intimnya malam pertama ia memberikan obat tidur pada suami yang baru menikahinya. Lantas saja sang suami tidur pulas semalam setelah meminum air dicampur obat tidur yang disajikan oleh sang istri.


Namun, seperti dilansir dari India Times pria asal Ghaziabad, Uttar Pradesh, India ini kaget saat ia mengetahui apa yang dilakukan wanita yang baru saja menjadi istrinya itu saat ia lelap tertidur.


Pria yang tak disebutkan namanya ini harus disiram air oleh keluarganya untuk membuatnya terbangun. Saat sadar ternyata ia harus menelan pil pahit dimana wanita yang kini bersetatus sebagai istrinya itu kabur dengan membawa uang Rp 15 juta dan perhiasan emas seberat 175 gram.


Setelah sadar sang istri berkhianat dan membawa kabur harta bendanya, pria ini pun menangis dan kesal. Terlebih ia juga telah mengeluarkan banyak uang untuk menggelar pesta pernikahannya

FILSOFI HIDUP VERSI RASULULLOH "MUHAMMAD IBNU ABDULLAH"



Rasul pernah ditanya, orang yang paling beruntung itu yang bagaimana? Rasul Menjawab :
Yang artinya : "Barang siapa yang keadaannya hari ini kualitas hidupnya lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang beruntung".

Kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin, ilmu dan ibadahnya, dedikasinya, etos kerja, disiplin kerja meningkat, dan akhlaknya semakin baik, orang tersebut adalah orang yang beruntung. Dengan kata lain filosofi hidup Rasulullah adalah "Tiada hari tanpa peningkatan kualitas hidup".

Pernyataan Rasul yang kedua :
Yang artinya: "Barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang rugi".
Jika amalnya, akhlaknya, ibadahnya, kedisplinannya dan dedikasinya tidak naik dan juga tidak turun maka orang tersebut termasuk orang yang merugi.

Sementara orang bertanya: Kenapa dikatakan rugi padahal segala-galanya tidak merosot ? Bagaimana dikatakan tidak rugi, mata sudah bertambah kabur, uban sudah bertabu, giginya sudah pada gugur dan sudah lebih dekat dengan kubur, amalnya tidak juga bertambah, kualitas hidup tidak bertambah maka ia adalah rugi. Dan Rasul mengatakan selanjutnya :
Yang artinya : "Barangsiapa keadaan hidupnya pada hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka orang semacam itu dilaknat oleh Allah".

Oleh karena itu pilihan kita tidak ada lain kecuali yang pertama, yakni tidak ada hari tanpa peningkatan kualitas hidup. Sebagai umat Islam, kedispilinan, dedikasi, kepan
daian, kecerdasan, keterampilan harus kita tingkatkan, agar kita termasuk orang yang beruntung.
===
di momentum tahu baru 2017 masehi ini, Ayooo kita berbenah diri untuk selalu bisa lebih baik dan teruuusss bisa lebih baik.

Selasa, 03 Januari 2017

MOTIVASI SEMANGKUK BAKSO

 

Dikisahkan, biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.


"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

 

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.

"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.

"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."

Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.

"Saya jadi ingat ibu saya, nang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."

"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."

Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."

"Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.

 

=====================================================

Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orang tua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orang tua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.

Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya (civil socity).

Senin, 02 Januari 2017

MoU LKSA NURUL AITAM DENGAN BAPAS KELAS 2 SAMaRINDA

Dalam rangka menyelamatkan aset bangsa, yaitu anak-anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum (ABH) perlu kita ayomi, ladeni, dll. yang sifatnya memelihara anak itu sendiri.
Maka, berkaiatan dengan program tersebut di atas, LKSA Nurul Aitam bekerja sama dengan Badan Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas 2 A Kaltim yang ada di Samarinda melaksanakan penanda tanganan MoU guna melaksanakan pembinaan mintal anak yang sedang berhadapan dengan hukum.
Penanda-tanganan MoU tersebut dilakukan oleh bapak Moh. Tamzi, S.Pd.I (selaku kepala LKSA Nurul Aitam kecamatan Teluk Pandan Kab. Kutai Timur) dan bapak Drs. Darsim, MA (selaku kepala BAPAS Samarinda).